Kampala (KABARIN) - Kementerian Kesehatan Uganda pada Rabu (10/6) mengumumkan serangkaian langkah pencegahan tambahan untuk menekan potensi penyebaran Ebola di negara tersebut.
Menteri Kesehatan Uganda Chris Baryomunsi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah pidato nasional Presiden Yoweri Museveni terkait perkembangan wabah Ebola.
Ia menjelaskan bahwa pedoman pencegahan telah didistribusikan ke seluruh distrik yang berbatasan dengan bagian timur Republik Demokratik Kongo, yang saat ini menjadi pusat wabah.
"Pedoman pencegahan Ebola telah didistribusikan ke semua distrik yang berbatasan dengan bagian timur Republik Demokratik Kongo, pusat wabah saat ini," kata Baryomunsi.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian, pemerintah menangguhkan sementara kegiatan yang melibatkan massa, termasuk pesta pernikahan dan pembukaan pasar. Sekolah-sekolah juga diminta untuk mematuhi ketat protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Kementerian Kesehatan Uganda mencatat belum ada tambahan kasus Ebola dalam lima hari terakhir. Secara keseluruhan, negara itu telah melaporkan 19 kasus terkonfirmasi, termasuk dua kematian.
Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Uganda, Diana Atwine, menjelaskan bahwa hasil pengamatan terbaru menunjukkan virus Ebola lebih banyak terkonsentrasi pada sistem pencernaan saat gejala muncul.
"Kami melihat bahwa ketika seseorang mulai menunjukkan gejala, virus tersebut sangat terkonsentrasi pada air liur, muntahan, dan tinja," kata Atwine.
Ia menambahkan temuan tersebut dapat menjadi kontribusi penting bagi pemahaman global dalam penanganan Ebola, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tidak berbagi peralatan makan dan minum serta menghindari konsumsi buah yang sudah terbuka guna mencegah penularan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026